Tumpukan pekerjaan anda semakin tinggi? Anda jadi stress dan sulit berkonsetrasi? Jantung berdebar-debar dan keluar keringat dingin saat deadline di depan mata? Jadi susah tidur, pening kepala, gampang marah dan frustasi?

Berikut 5 tips yang bisa membantu anda tetap berpikir rasional. Anda bisa melakukan kelimanya, atau satu dua tips yang cocok dengan situasi anda. Tetapi sebelum mencoba tips-tips ini, langkah pertama yang harus anda lakukan adalah, TARIK NAPAS PELAN-PELAN, dan biarkan diri anda menjadi lebih rileks.

BERLATIH AFIRMASI MENERIMA KENYATAAN

Bicaralah dengan diri sendiri untuk membantu anda menjadi lebih tenang dan tetap berpikir jernih. Merasa bertanggung jawab yang terlalu berlebihan memicu kekhawatiran yang menguras pikiran dan perasaan. Cobalah katakan kalimat-kalimat penenang kepada diri anda sendiri, semisal:

  • “Meskipun terlalu banyak yang harus dikerjakan, aku hanya bisa dan harus fokus pada satu tugas yang paling penting saat ini. Inilah cara terbaik.”
  • “Aku harus realistis pada apa yang bisa diselesaikan hari ini.”
  • “Apa hal terbaik yang bisa aku lakukan sekarang?”
  • “Apa yang  terjadi terjadilah, yang penting apa yang bisa aku lakukan sejak sekarang agar menjadi lebih baik kedepannya.”

CATAT BAGAIMANA ANDA MENGGUNAKAN WAKTU DALAM SEMINGGU KE DEPAN

Mulailah mencatat penggunaan waktu anda sejak saat ini hingga seminggu ke depan. Bisa menggunakan tools gratisan online, apps di smartphone, Excel, atau gunakan buku tulis. Catat saja tanpa berusaha memikirkan apa yang harus diubah. Baru setelah seminggu, usahakan untuk melakukan perubahan secara gradual dan realistis.

Mulailah batasi melakukan pekerjaan di waktu seharusnya menikmati hidup, dan melakukan aktivitas membuang-buang waktu di saat harusnya bekerja.

PERIKSA ASUMSI ANDA AKAN EKSPEKTASI ORANG LAIN

Kadang kita mengasumsikan ekspektasi orang lain sama dengan ekspektasi kita, padahal tidak. Misalnya kita mengasumsikan klien mengharapkan balasan email atau mengangkat panggilan telepon saat itu juga.

Atau terkadang kita melakukan pekerjaan dengan effort yang jauh lebih besar dari seharusnya, karena kita tidak memeriksa seperti apa ekspektasi klien sebenarnya. Seperti misalnya klien sebenarnya menginginkan fungsionalitas sebuah fitur sederhana, namun kita berusaha mendeliver fungsi yang keren, rumit dan menghabiskan waktu, tenaga dan biaya. Belum lagi jebakan perfeksionisme, yang membuat kita malah tidak bisa menyelesaikan tugas karena menunggu momen terbaik melakukannya. Alih-alih tugas selesai, malahan bisa jadi tidak tergarap sama sekali.

JUST DO IT, MULAI LAKUKAN SEKARANG JUGA, JANGAN MENUNGGU MOOD DAN SAAT YANG TEPAT

Jangan menunggu perubahan mood baru merubah perilaku. Ubahlah perilaku agar mood berubah. Rasakan perubahan mood saat anda melakukan sesuatu tanpa menunggu. Perlahan mood anda akan membaik, dan ketika ritme pekerjaan sudah pada titik yang optimal, usahakan tetap terjaga kontinuitasnya dengan terus memulai lebih awal. Hindari break dari menyelesaikan pekerjaan terlalu lama, agar anda tidak kehilangan ritme. JUST DO IT!

KEBAHAGIAAN DAN KESEHATAN LEBIH PENTING

Perasaan tertekan yang berlebihan dan berlarut-laruk buruk bagi kesehatan dan anda pun akan kehilangan kebahagiaan.

Ingat, setelah anda menarik napas pelan-pelan, pikirkan dan sadari bahwa kebahagiaan anda, keluarga, pasangan, anak-anak anda adalah yang terpenting. Klien anda mungkin penting, tapi mereka tidak terlalu peduli pada kesehatan dan kebahagiaan anda. Jadi, tarik nafas, tetap tenang, kerjakan apa yang bisa dikerjakan, sembari tetap bahagia dan nikmati hari anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here