Berita islami masa kini, yang di pandu oleh Zaskia Adiya Mecca bersama Ustad Danu, pada saat itu beliau membahas masalah anak, terjadilah dialog diantara keduanya.

Saat itu Zaskia bercerita, “Saya sudah punya anak 3 nich pak Ustadz, tapi kok saya merasa anak-anak saya sering banget sakit, yaa batuk pilek, demam, alergi dan suka sesak… Kata orang-orang, mungkin harus ganti nama takut namanya terlalu berat, gimana itu pak ustad”?

Kemudian Ustad Danu menjawab, “Anak sakit bukan karena keberatan nama, asal namanya punya arti yang baik tidak perlu diganti, sebenarnya anak yang sakit itu adalah sentilan dari Allah SWT, anaknya sakit apa mba Zaskia?”

Zaskia menjawab “Batuk pilek pak ustad”. Kemudian pak Ustad menjelaskan, “Coba koreksi mba, Saya mau tanya, kira-kira dirumah antara mas Hanung dan mb Zaskia siapa yang suka marah2?? Zaskia menjawab, “Iya, kayaknya sih saya pak Ustadz”

Ustadz kembali menjelaskan, “Nah, itulah mbak.. Kenapa anak batuk? Itu karena istri suka bicara kasar dan pakai nada yang tinggi sama suami, Allah SWT menegur kalian lewat sakitnya anak.. Kemudian, kalau anak alergi ? Saya tanya, siapa diantara kalian kalau dikasih masukan selalu nolak, nggak terima dikasih tau?” Kemudian Zaskia menjawab “Hmmm… Saya lagi nih kayaknya pak Ustadz…”

Kemudian Ustadz Danu kembali bertanya “Lalu sakit apalagi nih mb Zaskia Mecca anaknya?” Zaskia menjawab, “Sesak Ustadz “. Ustadz Danu bertanya : ”Siapa diantara mb Zaskia dan mas Hanung yang kalau marah suka di tahan, suka ngambek dan diam?” Zaskia dengan cepat menjawab “Aku”.

Ustadz Danu kembali memberi penjelsan, “Membawa anak sakit ke dokter, membawa anak ke Rumah Sakit tidak salah, ini karena faktor kebiasaan. Anak dikasih obat sembuh, besoknya sakit lagi, dibawa lagi ke dokter jangan sampai ujung-ujungnya kita menuhankan Dokter, Nau’dzubillahimindzaliq…”

“Kesimpulannya: Allah SWT menegor kita orang tua lewat anak, karena ketika anak sakit orang tua akan merasa hancur bathinnya agar orangtua mampu evaluasi diri… Salahnya dimna? Kenapa? Bagaimana harus berubah? Agar orang tua sadar diri, dan segera saling memaafkan diiringi perubahan ahlak untuk lebih baik. Suami dan istri harus damai, sehingga pertumbuhan anak2 jg baik, orangtua menjadi tauladan bagi anak-anaknya,” tutur Ustad Danu.

“Memang betul apa yang dijelaskan pak Ustad, saya juga merasa begitu.. Jadi, kalau saya sedang memendam amarah terhadap suami saya, sebegitu kesalnya saya sampai2 setiap detiknya saya tidak tenang, dada bergemuruh emosi.. Anak saya rewel, saya ajak tidur sambil menyusuipun dia masih rewel.. Serba salah, nangis terus.. Saya sadar, karena anak saya sedang bersentuhan kulitnya dengan ibunya yang sedang memendam amarah… Beda dengan kalau saya mengikhlaskan amarah, dengan perasaan lembut dan belaian sayang, hati yang tenang anak saya cepat sekali tidurnya.. Tanpa nangis, tanpa teriak-teriak…” jelas Zaskia.

Semoga kita pasangan suami istri bisa sadar, dan semoga yang menjadi suami membaca.. Kadang tidak semua permasalahan ada dari istri, dan perlu di ketahui.. Tidak ada anak adalah ujian, belum punya anak adalah ujian, dikasih anak itupun ujian… Jangan sampai kita menyalahlan anak atas kesalahannya, yang salah adalah KITA orangtuanya.. Kitalah yang melahirkan, kita yang membesarkan, kita yang mendidik, jadi saat anak melakukan kesalahan kita evaluasi… Apakah kita sudah mendidik anak kita dengan benar atau belum?

By: Ahlia Lionah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here