Life Hacks

[Tips] Cara Mengambil Keputusan dalam Pilihan Sulit

Siapa pun anda, apa pun profesi anda, entah pekerja, guru, orang tua, dan lain-lain, pasti pernah dihadapkan pada pilihan...

· 1 min read >
mengambil keputusan dalam pilihan sulit

Siapa pun anda, apa pun profesi anda, entah pekerja, guru, orang tua, dan lain-lain, pasti pernah dihadapkan pada pilihan yang amat pelik selama hidup. Seperti pepatah, pilihan anda hari ini menentukan seperti apa hidup anda di masa depan, membuat anda super bingung saat harus menentukan pilihan.

Maka, skill decision-making amatlah penting bagi pertumbuhan dan kesuksesan anda. Bahkan menurut beberapa penelitian, skill pengambilan keputusan menjadi salah satu kompetensi yang paling banyak dibutuhkan di dunia kerja.

Pilihan mudah, seperti memilih baju, sepatu, sikat gigi, warna cat rumah, atau tempat makan siang, bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam bagi sebagian orang untuk mengambil keputusan.

Lalu bagaimana dengan pilihan yang pengaruhnya sangat besar bagi anda, semisal memilih apakah anda akan kuliah di jurusan Psikologi atau Hubungan Internasional, memilih bidang karir, atau bahkan memilih pasangan?

Mengambil keputusan menjadi tampak sulit, ketika semua opsi terlihat sama baiknya. Lalu bagaimana cara kita mengambil keputusan yang tepat? Berikut langkah yang dapat anda gunakan untuk mengambil keputusan dengan pilihan yang sulit.

Tahap Pertama: Persiapan Sebelum Mengambil Keputusan

1. Pahami sebab yang menjadikan pilihan tersebut sulit. Sebagai contoh, misalnya ketika anda bingung memilih antara kuliah psikologi atau hukum. Kuliah hukum menjanjikan karir dan penghasilan yang lebih baik, tapi anda sebenarnya lebih berminat belajar psikologi. Kedua pilihan tampak memiliki kelebihan masing-masing sehingga menjadi pilihan yang sulit. Inilah pertanyaan yang harus dijawab pertama kali.

2. Kendalikan emosi. Mengambil keputusan di saat pikiran dan emosi sedang berkecamuk bisa menghasilkan bencana.  Tunda mengambil keputusan hingga emosi anda mereda. Berhentilah sejenak ketika anda bingung dan tegang. Kemudian redakan emosi. Setelah tenang, baru lanjutkan proses pengambilan keputusan.

3. Hindari rasa takut berlebihan akan pilihan yang keliru. Untuk menghadapi rasa takut salah memilih, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Pertimbangkan apa sumber ketakutan anda, apakah kehancuran karir, keretakan rumah tangga, atau yang lainnya,
  • Tinjau apakah ketakutan anda itu realistis. Apakah dampak yang anda takutnya sesuatu yang realistis, atau hanya berdasarkan asumsi semata. Asumsi yang berlebihan menyebabkan ketakutan yang juga tidak realistis.
  • Pertimbangkan dampak terburuk yang bisa terjadi, sebagai bahan mempersiapkan cara menghadapinya.

Tahap Kedua: Menimbang Pilihan

4. Reduksi pilihan. Semakin banyak pilihan, semakin sulit anda mengambil keputusan. Batasi maksimal hingga lima alternatif agar memilih menjadi lebih mudah.

5. Kumpulkan informasi secukupnya. Setelah pilihan tereduksi, selanjutnya kumpulkan informasi tentang apa saja yang terkait dengan apa yang menjadi concern terbesar anda. Misalnya ketika memilih berinvestasi dengan uang tabungan anda, cari informasi pilihan investasi yang sesuai dengan concern terbesar anda. Atau misalnya kebutuhan paling prioritas saat anda memutuskan membeli mobil.

6. Pertimbangkan konsekuensi masing-masing pilihan. Buatlah matriks konsekuensi positif dan negatif dari masing-masing pilihan, hingga anda bisa membuang beberapa pilihan sehingga menjadi lebih mengerucut. Perhatikan konsekuensi positif dan negatif tersebut dan dampaknya pada situasi anda saat ini dan di kemudian hari.

7. Mintalah masukan dari orang yang kredibel. Bertanyalah kepada orang yang anda percaya bisa memberikan masukan, memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam tema yang sedang membuat anda bingung. Dengan demikian anda bisa mendapatkan perspektif yang mungkin sebelumnya anda lewatkan.

8. Berfikirlah untuk jangka waktu yang panjang. Jangan mengambil keputusan dengan pertimbangan konsekuensi dalam hitungan harian. Hitunglah dampaknya beberapa tahun ke depan.

9. Hindari terlalu banyak berfikir “bagaimana jika”. Dengan memikirkan sesuatu yang di luar jangkauan pengalaman dan pengetahuan kita, hanya akan membuat pilihan menjadi semakin sulit. Ambil keputusan berdasarkan pilihan terbaik yang paling mungkin, dari pertimbangan-pertimbangan yang kita ketahui.

Written by Karinov
Dunia terus bergerak, meninggalkan mereka yang tidak sepakat. Kami percaya bahwa perubahan dalam bisnis adalah satu hal yang niscaya. Karinov.co.id hadir untuk menjadi tempat bertanya seputar ini dan harus ada jawabnya. Profile
kebiasaan orang kaya

Ini 5 Kebiasaan Orang Terkaya di Dunia

Karinov in Life Hacks
  ·   48 sec read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *