Life Hacks

Mahalnya Sebuah Kepercayaan oleh Zig Ziglar

Dikisahkan oleh Zig Ziglar (2007) seorang super salesman sekaligus penulis beberapa buku best seller tentang penjualan. Ziglar suatu saat...

· 1 min read >
mahalnya sebuah kepercayaan

Dikisahkan oleh Zig Ziglar (2007) seorang super salesman sekaligus penulis beberapa buku best seller tentang penjualan.

Ziglar suatu saat ingin membeli sebuah sofa dari kulit untuk kantor barunya. Untuk itu dia pergi ke sebuah toko Furniture dengan koleksi cukup banyak. Begitu dia sampai, seorang salesman dengan ramah mendekatinya. Salesman ini lalu mengantarkan Ziglar ke bagian toko yang khusus menjual berbagai jenis sofa.

Saat Ziglar melihat sebuah sofa kulit yang disukainya, hal pertama yang ia tanyakan adalah harganya. Jawaban sang salesman cukup mengagetkan, karena ternyata harganya jauh lebih murah dari yang Ziglar kira. Hanya setengah dari perkiraannya! Sebuah sofa kulit yang sangat murah!

Saat Ziglar menyatakan kekagetannya tersebut, si salesman langsung menambahkan bahwa ini memang benar-benar harga yang fantastis. “Karena itulah kami bisa menjual banyak sofa jenis ini”, katanya lagi.

Ziglar pun mencoba untuk duduk dan merebahkan diri di sofa tersebut. Rasanya benar-benar nyaman. Dia lalu berdiri dan mengelilingi sofa tersebut. “Benar-benar beruntung mendapatkan sofa dengan harga seperti ini”, pikirnya. Sekali lagi ia memuji sofa itu berikut harganya yang tidak mahal. Dan sang salesman kembali mengiyakan. Akhirnya bulat keputusan Ziglar untuk membeli sofa tersebut.

Selanjutnya Ziglar bilang kepada si salesman bahwa dia juga membutuhkan sebuah meja yang pas untuk ditempatkan di depan sofa tersebut. Maka merekapun berjalan beriringan menuju bagian toko yang memajang berbagai jenis meja.

Diperjalanan Ziglar melihat sebuah sofa yang benar-benar mirip dengan sofa yang akan dibelinya tadi. Sekilas dia merasa yang ini sedikit lebih bagus dari sofa sebelumnya. Maka dia pun menghampiri sofa tersebut dan duduk di atasnya. Rasanya benar-benar mirip dengan yang sebelumnya.

Iseng-iseng dia tanyakan harganya. Mengejutkan! Harganya hampir dua kali sofa yang pertama. Saat dia tanyakan alasannya, si salesman menjelaskan bahwa sofa yang ini seluruhnyaterbuat dari kulit. “Lalu sofa yang pertama tadi terbuat dari apa? Dari awal saya mengira kalau sofa itu seluruhnya dari kulit”, tanya Ziglar.

“Sofa tersebut memang semuanya terbuat dari kulit, terutama untuk bagian-bagian yang bersentuhan langsung dengan kulit kita. Memang khusus untuk bagian dalam sofa dan bagian belakangnya terbuat dari kulit buatan”, jawab si salesman. Buru-buru dia lalu menambahkan bahwa orang lain tidak akan tahu bedanya.

“Kenapa kamu tidak mengatakan dari awal kalau sofa pertama tadi tidak seluruhnya terbuat dari kulit asli?” tanya Ziglar lagi. “ Saya memang sudah berniat mengatakannya tadi, cuma belum sempat saja. Lagi pula saya akan menjelaskannya sebelum anda pergi dari toko ini”, elak si salesman lagi.

Akhirnya Ziglar tidak jadi membeli sofa di toko tersebut. Tak hanya itu, Ziglar tak pernah lagi menginjakkan kaki di toko itu untuk seterusnya! Hilang sudah kepercayaannya kepada salesman tadi.

Sebuah kebenaran yang disembunyikan ternyata bisa dinilai sama dengan sebuah kebohongan. Nah, jika peristiwa di atas terjadi dalam konteks kita hidup bermasyarakat, apa kira-kira dampaknya? Kita akan kehilangan wibawa di tengah-tengah mereka! Kata-kata kita mungkin tetap didengarkan, namun belum tentu dipercaya.

Sekali kita berbohong, maka akan sulit bagi orang lain untuk melupakannya. Mereka mungkin bisa memaafkan, tapi melupakan? Sangat sulit nampaknya. Kepercayaan yang “ternoda” tak mudah untuk dipulihkan seperti sedia kala.

*dikutip dari buku Leadership 3.0 ditulis oleh tim CariBagi.id

Written by Karinov
Dunia terus bergerak, meninggalkan mereka yang tidak sepakat. Kami percaya bahwa perubahan dalam bisnis adalah satu hal yang niscaya. Karinov.co.id hadir untuk menjadi tempat bertanya seputar ini dan harus ada jawabnya. Profile
kebiasaan orang kaya

Ini 5 Kebiasaan Orang Terkaya di Dunia

Karinov in Life Hacks
  ·   48 sec read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *